Terapi Resinkronisasi Jantung (CRT)

Untuk mengembalikan sinkronisasi
ruang jantung kanan dan kiri, dapat dipasang suatu alat bantu yang disebut cardiac resynchronization therapy (CRT).
Sejak tanggal 1 Juni 2015 lalu, RS Moh. Hoesin (RSMH) Palembang telah mulai melakukan
implantasi CRT di laboratorium kateterisasi Brain
& Heart Center. Kini RSMH telah menjadi salah satu dari sedikit pusat
rujukan kesehatan di Asia Tenggara yang mampu mengerjakan intervensi CRT ini. Masyarakat
tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan layanan canggih
CRT.

Prosedur pemasangan dilakukan
dengan pembiusan lokal dan dokter akan membuat sayatan kecil sekitar 5 cm di
daerah dada atas untuk menyelipkan generator ke bawah kulit. Setelah kurang lebih
3-5 hari perawatan pasca-tindakan, pasien dapat berobat jalan. Alat ini dapat
bertahan dan mengontrol sinkronisasi jantung hingga 5-7 tahun lamanya sebelum
baterai diganti.
Pasien diharapkan datang kembali
setiap 6 bulan untuk check up kondisi
alat dan kabel. Pemrograman alat CRT dilakukan di Klinik Aritmia Brain & Heart Center RSMH Palembang
dengan menempelkan detektor khusus di atas dada pasien. Dengan alat CRT, pasien
gagal jantung tahap lanjut yang sudah tidak respon dengan obat-obatan masih
memiliki harapan untuk menikmati kualitas hidup yang baik. Penerapan teknologi
baru ini merupakan wujud dari tekad RSMH Palembang untuk menjadi yang terdepan
dalam hal rujukan pelayanan jantung di Sumatera Bagian Selatan.
narasumber:dr.edo
Liputan :Humas@yeri.
narasumber:dr.edo
Liputan :Humas@yeri.