TULI
AKIBAT BISING
dr. Adelien, Sp.T.H.T.K.L.
ARTIKEL
Apa itu bising? Bising dapat
diartikan sebagai bunyi yang tidak diinginkan, tidak disukai dan mengganggu.
Secara istilah medis, bising adalah suara kuat yang berlebihan dapat mengakibatkan
kerusakan telinga dalam. Bising ada di sekitar kita, dan mungkin tanpa kita sadari
dapat merusak telinga kita.Bising dapat berasal dari pabrik industri, sepeda
motor, mobil traktor, mesin, senjata api, music keras dalam konser atau band, suara
keras dari sound system, telepon genggam,
bahkan dari penggunaan headset untuk mendengarkan CD, MP3 player dan iPod.
Secara anatomi, telinga
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar,
telinga tengah dan telinga dalam. Telinga luar mencakup daun telinga dan liang telinga.
Telinga tengah mencakup gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Telinga dalam
mencakup rumah siput atau disebut koklea yang berisi persarafan yang akan meneruskan
sinyal suara ke otak.

Proses mendengar diawali
adanya suara yang kemudian ditangkap oleh daun telinga, masuk melalui liang telinga
dan menggetarkan gen dan telinga. Getaran tersebut diteruskan oleh tulang-tulang
pendengaran sampai keujung saraf, kemudian disampaikan k eotak agar diolah sehingga
kita dapat mendengar.Apabila proses mendengar ini terganggu, maka akan terjadi ketulian.
Ada tiga macam bentuk ketulian, yaitu tuli
konduktif yang disebabkan adanya gangguan di telinga luar dan tengah; tuli sensorineural (tuli saraf) yang
disebabkan gangguan pada telinga dalam; dan tuli campur yang disebabkan adanya gangguan baik di telinga luar atau
tengah dan telinga .dalam.
Apa hubungan bising dengan
telinga? Ternyata secara medis bising dapat menyebabkan tuli sensorineural
(tuli saraf). Ada 2 unsur bunyi yang perlu diketahui, yaitu frekuensi (dihitung
dalam Hertz/Hz) dan intensitas bunyi (dihitung dalam desibel/dB).Frekuensi dapat
disebut juga tinggi rendah bunyi, semakin tinggi bunyi maka frekuensinya semakin
tinggi, demikian juga semakin rendah bunyi maka frekuensinya semakin rendah.
Sedangkan intensitas bunyi dapat disebut juga volume, dimana semakin besar
volume, maka intensitasnya semakin besar, demikian sebaliknya. Suatu kebisingan
atau intensitas bunyi yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan di telinga
dalam, yaitu tempat adanya persarafan pendengaran, dan kerusakan ini dapat menjadi
permanen. Intensitas bunyi dapat diukur dengan alat Sound Level Meter.
Di bawah ini table batas
pajanan bising yang diperbolehkan.
SatuanWaktu
|
Lama Pajanan Per
hari
|
Tingkat Kebisingan (dB)
|
Jam
|
24
|
80
|
|
16
|
82
|
|
8
|
85
|
|
4
|
88
|
|
2
|
91
|
|
1
|
94
|
Menit
|
30
|
97
|
|
15
|
100
|
|
7,5
|
103
|
|
3,75
|
106
|
|
1,88
|
109
|
|
0,94
|
112
|
Detik
|
28,12
|
115
|
|
14,06
|
118
|
|
7,03
|
121
|
|
3,75
|
124
|
|
1,76
|
127
|
|
0,88
|
130
|
|
0,44
|
133
|
|
0,22
|
136
|
|
0,11
|
139
|
Selain terjadi ketulian,
bising juga dapat menyebabkan gangguan komunikasi, gelisah, sulit tidur, rasa
tida nyaman, peningkatan tekanan darah, dan pada anak-anak akan sulit mengikuti
pelajaran sekolah.Tuli akibat bising dapat diawali dengan adanya gangguan pendengaran
yang disertai denging dan akhirnya dapat menjadi berat dan permanen.
Bagaimana cara menghindari
atau mengatasi kebisingan ini?
Berikut ini tips yang dapat kita lakukan:
1. Hindari
suara yang terlalu keras, bila perlu gunakan pelindung telinga seperti ear plug, ear muff dan helmet bagi yang bekerja di lingkungan bising.
2. Menjaga
volume televisi, radio, handphone, sound system dan alat pengeras suara lainnya
pada tingkat yang wajar dan tidak menyakitkan telinga.
3. Hindari
pemakaian headset atau handsfree dalam jangka waktu lama.
4. Bagi
yang memiliki smartphone, dapat diunduh
aplikasi Sound Level Meter atau Sound Meter untuk dapat mengukur intensitas
atau volume kebisingan, sehingga dapat menjaga batas pajanan bising terhadap telinga.
5.
Segera dan jangan tunda untuk datang ke dokter
spesialis THT jika terjadi gangguan pendengaran supaya penanganan tidak terlambat.
(Noya-IP3Humas)