Sabtu, 20 April 2019

KENALI DIABETES SEJAK DINI

Penyakit Diabetes dapat terjadi pada siapa saja. Ada kelompok orang2 yang memiliki resiko lebih besar untuk terkena Diabetes, yaitu pertama Faktor resiko yg tidak bisa dimodifikasi (Riwayat keluarga diabetes, usia, melahirkan bayi besar (>4000 gram/ 4 kg)),  kedua faktor yang bisa di modifikasi/diubah (Obesitas,kurang aktifitas,pola makan yg salah). Obesitas salah satu faktor resiko, terutama obesitas sentaral.

Demikian diutarakan dr Ratna Maila Dewi Sp.PD, K-EMD pada acara Info Sehat yang ditayangkan TVRI, Sabtu (20/4). Acara ini terselenggara atas kerjasama TVRI Stasiun Sumsel dengan Rumah Sakit Umum Pusat dr Mohammad Hoesin (RSMH).

Menurutnya, kelompok obesitas sentral : dimana ukuran lingkar perut laki-laki lebih dari 90cm dan perempuan lebih dari 80cm. Orang ini memiliki faktor resiko terkena diabetes lebih besar.

"Bila kita memiliki faktor resiko ini maka akan memiliki peluang 3 hingga 4 kali terkena diabetes. Bila kita dalam kelompok ini (kelompok *prediabetes* ) ada tiga pilihan: dia tetap di dalam kelompok ini(prediabetes), kembali dalam kelompok normal, atau masuk dalam kelompok diabetes," ujarnya.

Dijelaskannya, hal terpenting yang harus dilakukan keluarga adalah melakukan upaya pencegahan terjangkit diabetes. Sebab bila sudah masuk dalam kelompok diabetes akan sulit kembali keluar ke kelompok tidak diabetes. Menurutnya hingga saat ini belum bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Tetapi mampu mengendalikan gula darah sama kadarnya dengan orang normal.

"Kita harus rutin melakukan olahraga” 
Harus pula diketahui serta memberikan informasi tentang gejala diabetes," ujarnya.

Ada tiga gejala awal khas diabetes. Gejala pertama adalah sering membuang air kecil. Karena sering buang air kecil, orang tersebut akan senantiasa merasa haus. Selain itu akan terasa lapar yang berlebihan. Gejala ini sering disebut *trias klasik*. Bila sudah mengalami gejala ini, maka orang tersebut mulai mengalami gangguan metabolisme. Dan harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pemeriksaan laboratorium.

"Bila gula darah puasa > 126 mg/dL atau setelah  2 jam setelah makan kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL. Normalnya kadar gula darah puasa adalah kurang dari 100. Bila lebih dari 100-125 disebut kelompok prediabetes, mereka menjadi kelompok target agar menjadi normal kembali," 

Bagi penyandang diabetes harus tahu target gula darah yang harus dia capai. Gula dara puasa atau gula darah sebelum makan berada di rentang 80-140 mg/dL. Hal ini sangat mempengaruhi untuk terjadinya komplikasi dari penyakit Diabetes, ujarnya.

Salam
IP3H/Leni

1 komentar: