Kamis, 10 Agustus 2017

Talk Show RSMH di RRI Palembang Pendarahan Pervagina (Pendarahan diluar Siklus Haid)



Talk Show RSMH  di RRI Palembang
Pendarahan Pervagina (Pendarahan diluar Siklus Haid)

Setiap wanita yang berpikir ia mempunyai pola perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau diluar siklus haid harus berpikir secara hati-hati tentang karakteristik-karakteristik spesifik dari perdarahan vaginanya, Rabu, 09 Agustus 2017 Instalasi Pel Pelanggan, PKRS dan Humas beserta Departemen Kebidanan  dengan narasumber Dr Hartati, Sp.OG (K)  dengan topik pendarahan pervagina/diluar siklus Haid dalam Acara Dokter Kita di Pro 2 RRI Palembang bekerjasama dengan RSMH 
Perdarahan vagina abnormal adalah aliran darah dari vagina yang terjadi pada waktu yang salah selama bulan itu atau pada jumlah-jumlah yang tidak sesuai. Dalam rangka untuk menentukan apakah perdarahan adalah abnormal, dan penyebabnya. Dr Hartati Sp.OG mengatakan memang perdarahan pervaginam pada wanita memang banyak macamnya mulai dari kelainan hormonal, ini terjadi karena ketidak seimbangan hormonal pemicunya beragam, mulai dari stress, diet ketat, penggunaan alat kontrasepsi sampai obat – obat tertentu seperti maag dan pelangsing,hiperplasia endometrium (penebalan), polip, mioma uteri, sampai kanker endometrium rahim. Untuk menegakkan diagnosa tersebut, dokter harus melakukan pemeriksaan dalam, USG dan kuret untuk diperiksa PA (patologi anatomi), dan Kelaianan Organik  yang biasanya terjadi karena kelainan organik diatas rahim, seperti keguguran, hamil angguar, myoma uteri, tumor jinak  otot rahim, atau dileher rahim, seperti polip, indoserviks. Pendarahan akibat kelainan organik biasanya disertai nyeri
Untuk mengatasi perdarahan di luar haid ketahui dulu penyebabnya, Ia mengimbau segera memeriksakan diri. “Penanganan disesuaikan dengan penyebab kelainannya. Ia mencontohkan kelainan hormonal akibat stres maka yang bersangkutan harus menerapkan hidup sehat, mengonsumsi obat jika diperlukan dan berbagi cerita dengan keluarga atau kerabat yang mereka percaya.
Saat stres, emosi meningkat dan yang bersangkutan mudah marah. Lalu, terjadilah ketidak seimbangan hormon. Emosi tidak mengendalikan hormon tapi mempengaruhi hormon. “Kita tidak bisa menghindari stres. Tapi tiap orang punya tingkat ketahanan dan cara berbeda-beda dalam menghadapi dan mengelola stress, sedangkan kelainan organik Khusus myoma, ujarNya, pemicu utamanya kelainan hormonal. Myoma itu tumor yang dipicu hormon estrogen. Akibatnya, sel-sel otot rahim tumbuh berlebihan lalu membesar sehingga menjadi tumor. “Jadi, stres, obat-obatan dan pemicu kelainan hormonal lainnya jangan dianggap biasa. Sebab, bisa mengakibatkan banyak hal,”  jelas Dr Hartati, Sp.OG (K).
Menurutnya total hipermenore dalam sekali menstruasi hanya 80 cc. Namun, jangan anggap sepele jika terjadi perdarahan di luar haid. Segera periksakan diri ke dokter. “Dokter bisa segera mengetahui penyebabnya dan melakukan penanganan sebelumnya misalnya tumornya besar pungkasnya.
(Leni ys PKRS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar