Rabu, 07 Maret 2018

Di Tawari Songket Gratis, Menkes tetap mau bayar



Di Tawari Songket Gratis,  Menkes tetap mau bayar

Apa yang ada dalam benak anda ketika mengunjungi kota Palembang? Songket, pempek, jembatan ampera kah…? Berkunjung ke kota Palembang tentu saja terbayang dengan makanan khas terbuat dari olahan ikan yaitu empek-empek, namun anda harus tahu bahwa oleh-oleh dari kota Palembang tidak hanya terbatas pada makanan namun juga pada kain songket khas Palembang.

Dalam kunjungan meresmikan Hospital Expo kegiatan Muktamar ARSPI di Palembang Jum,at 02 Maret 2018, Menteri Kesehatan RI Prof. Dr.dr.Nila Farid Moeloek,Sp.M (K) berkesempatan mengunjungi salah satu stand songket milik pengrajin songket  lokal Ilham Bahari. Sang pengrajin pun berniat memberi  salah satu kain songket koleksinya kepada Ibu Menkes, namun dengan halus Menkes menolak dan beliau tetap membeli kain songket tersebut. Pengrajin songket tersebut sangat bangga standnya dikunjungi oleh seorang menteri tindakan Menkes tetap membayar kain songket tersebut  merupakan contoh seorang pejabat yang sangat menghargai pengrajin songket 

Dengan beragam pilihan warna songket membuat Menkes kesulitan untuk memilih. Songket merupakan kain tenun yang terbilang mewah karena ditenun dengan menggunakan benang emas dan perak. “Semuanya bagus-bagus baik motif maupun coraknya, dengan pilihan warna yang bermacam-macam semua pingin dibeli” kata bu Menkes. Akhirnya bu Menkes pun tertarik untuk membeli songket Palembang berwarna ungu. Tidak lupa sang pengrajin memberikan petunjuk penyimpanan songket agar awet dan tahan lama

Kain Songket – sebuah kain mewah kebanggan masyarakat Palembang. Kain ini merupakan percampuran antara beberapa budaya, di antaranya India, Cina dan arab. Kain ini sudah ada sejak Kesultanan Palembang Darussalam dan menjadi pakaian kebanggan. Kain ini merupakan kain yang cukup mewah, sehingga harganyapun agak tinggi. Harga termurahnya pun berkisar antara Rp. 500.000, dan untuk harga tingginya bisa mencapai hingga ratusan juta rupiah

( suhaimi/Yeri- humas rsmh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar