Selasa, 14 Maret 2017

Infeksi TORCH Pada Ibu Hamil



Dr.H.IskandarZulqarnain,Sp.OG(K)
Infeksi TORCH
Pada Ibu Hamil
     

Infeksi pada ibu hamil bisa diakibatkan dari jenis parasit dan virus yang hinggap pada tubuh. Salah satu infeksi yang berbahaya ialah TORCH. TORCH adalah istilah di dunia medis untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini ditimbulkan dari kegiatan yang sangat dekat dengan keseharian manusia. Namun jika ibu hamil sudah terkena infeksi, hal ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan janin. Cukup sulit untuk mengantisipasi diri dari kemungkinan terinfeksi parasit tersebut. Umumnya parasit ini dapat dengan mudah kita temui pada makanan (daging), sayur, buah, bahkan susu segar.

TORCH pada awalnya akan menyerang bu hamil, utamanya pada trisemester pertama kehamilan. Saat itu, kondisi janin berada dalam fase pembentukan organ tubuh. Hal ini bias mengakibatkan infeksi kronis, cacat bawaan, keguguran, hingga bayi lahir mati. Virus pada TORCH bias juga mengakibatkan tuli, buta, keterbelakangan mental, dan kejang-kejang setelah anak lahir. Dengan ancamannya tersebut, orang tua dituntut wajib mewaspadai infeksi TORCH. Apalagi infeksi TORCH sering diketahui tidak diawali dengan gejala. Penyebarannya hanya bias diketahui dengan mendeteksi zat kekebalan tubuh yang terbentuk setelah terjadinya infeksi.Yang jelas, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium pada awal kehamilan.



CYTOMEGALOVIRUS (CMV)
HERPES SIMPLEKS TIPE II
TOXOPLASMA RUBELLA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% dari kasus infeksi. Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun). Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang danensefalitis. Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut,ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981). Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu hamil terinfeksi. Maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (pada lebih dari 50 kasus). (dari berbagai sumber)
( Humas RSMH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar