Selasa, 20 September 2016

DEQUERVAIN SYNDROME



AWAS..!!! DEQUERVAIN SYNDROME


Jika Anda terlalu banyak menulis, mengetik di hand phone ataupun komputer, pekerjaan seperti pengrajin,mungkin anda merasakan juga pengalaman terkena De Quervain syndrome, untuk mengetahui apa itu De quervain Syndrom, pada tanggal 19 September 2016 Instalasi Pelayanan Pelanggan, PKRS & Humas bekerjasama dengan Instalasi Rehabilitasi Medik memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga yang rutin dilakukan setiap bulannya. Narasumber pada penyuluhan kali ini Wenny Tristiani, S.Ft dengan judul materi “ FISIOTERAPI PADA KONDISI DEQUERVAIN SYNDROME”

De Quervain Tendinosis/Tenosynovitis adalah peradangan tendon ibu jari atau pembengkakan tendon ibu jari dan selubungnya, yang terletak di sisi pergelangan tangan di pangkal ibu jari tangan.Tendon adalah ujung-ujung otot yang berbentuk pita dan terdiri dari serat kolagen,  yang melekatkan  otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang.  Tendon tidak memiliki kemampuan berkontraksi seperti otot, tetapi dapat memanjang (meregang). Aktifitas berulang yang memicu timbulnya peregangan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan atau masalah pada tendon dan selubungnya.

PENYEBAB

Penyebab pasti dari De Quervain Tendinosis/Tenosynovitis atau Ibu Jari Gamer (Gammer’s thumb) tidak diketahui. Namun setiap kegiatan yang mengandalkan gerakan tangan berulang,pemakaian otot yang berlebihan, umumnya terjadi di sekitar pergelangan tangan, misalnya terlalu banyak menulis, mengetik di hand phone ataupun komputer, pekerjaan seperti pengrajin, bekerja di kebun, bermain golf atau mengangkat raket olahraga atau mengangkat bayi, barang bawaan, dll akan menyebabkan tendon bergerak keluar masuk melewati terowongan (selubung tenosynovium) berulangkali. Peningkatan gesekan ini mungkin mengiritasi dan memicu terjadinya peradangan tendon dan pembengkakan tendon maupun lapisan tenosynovium.
Gangguan ini biasanya terjadi setelah menggunakan pergelangan tangan berulang-ulang. Gejala utama adalah rasa nyeri pada samping ibu jari pada pergelangan tangan dan dasar ibu jari, yang bertambah parah dengan gerakan. Daerah pada dasar ibu jari pada pergelangan tangan juga melembek.

Penyebab De Quervain Tendinosis/Tenosynovitis yang lain, meliputi:

•  Cedera langsung yang mengenai pergelangan tangan atau tendon, dapat  memicu terjadinya jaringan parut dan akhirnya dapat membatasi pergerakan tendon.  

•   Penyakit Arthritis inflamasi, seperti rheumatoid arthritis, dapat menyebabkan terjadinya tenosynovitis di area tersebut.

•  Orang antara usia 30 dan 50 memiliki risiko lebih tinggi terkena de Quervain tenosynovitis dibanding kelompok usia lainnya. 

TANDA  dan  GEJALA
1. Jika ditekan terasa tidak nyaman pada daerah tersebut

2. Terkadang terasa adanya hambatan gerak pada ibu jari

3. Adanya nyeri tekan pada proccesus styloideus radii

4. Gerakan aktif menimbulkan rasa nyeri yang hebat

DIAGNOSA
Untuk mendiagnosa gangguan tersebut, seorang dokter melakukan tes finkelstein. Orang tersebut menekuk ibu jari yang terkena ke dalam telapak tangan dan mengepal jari-jari tersebut di atas ibu jari. Dengan telapak tangan menghadap ke atas, dokter memutar telapak tangan ke tubuh. Jika gerakan ini menyebabkan rasa sakit, tes tersebut adalah positif untuk sindrom de quervain.



PENGOBATAN
Istirahat, berendam air hangat, dan obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal (NSAIDs) efektif hanya untuk kasus yang sangat ringan. Suntikan kortikosteroid ke dalam penutup tendon sangat membantu dalam 80 sampai 90 % kasus; operasi kadang kala diperlukan.

 Beberapa cara yang dilakukan pada pengobatan De Quervain

Tendinosis/Tenosynovitis secara konservatif yaitu :

1. Penggunaan penyangga atau alat support (brace atau tapping) yang         berguna untuk mengistirahatkan pergelangan tangan dan ibu jari dari gerakan-gerakan yang dapat memperparah iritasi dan peradangan. Alat ini dapat digunakan selama  4 hingga 6 minggu. 

                     Penggunaan Brace atau Alat Penyangga
 
                                          Penggunaan Tapping

2.  Kompres es dapat dilakukan pada kondisi akut dengan nyeri yang hebat.     Lakukan kompres kurang dari 20 menit setiap kalinya dan dapat dilakukan 3-4 kali dalam sehari selama 3 hari.

3.  Penggunaan obat-obatan pereda nyeri sederhana (over the counter) dibenarkan. Namun bila keluhan semakin berlanjut, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri dan obat anti inflamasi generasi lanjut seperti ibuprofen, naproxen atau obat lainnya.

4. Jika langkah-langkah sederhana gagal untuk mengontrol gejala, dokter mungkin menyarankan suntikan kortison ke dalam terowongan tendon. Kortison dapat mengurangi pembengkakan tenosynovium dan dapat meredakan gejala sementara. Suntikan kortison biasanya akan mengontrol peradangan pada tahap awal dari masalah dan harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman melakukannya.


Terapi Fisik (Fisioterapi) dan latihan fisik

Terapi ini memadukan antara latihan fisik dan terapi dengan menggunakan beberapa alat yang menggunakan metode fisika   seperti alat ultrasound (menggunakan gelombang suara), laser, terapi cahaya infrared (panas) dan alat-alat lain dengan tujuan untuk mengurangi peradangan, rasa sakit dan meningkatkan penyembuhan.


   Gambar Terapi Laser


Terapi fisik De Quervain Tendinosis/Tenosynovitis umumnya dilakukan 6 sampai 8 minggu bersamaan dengan latihan fisik yang bertujuan untuk memperkuat dan menstabilkan otot-otot dan sendi di tangan dan ibu jari. . Latihan lain digunakan untuk meningkatkan kontrol motorik halus dan ketangkasan ibu jari dan pergelangan tangan.      

Dokter atau terapis juga akan mengajarkan dan membantu menemukan cara untuk melakukan tugas-tugas atau aktifitas sehari-hari dengan tidak terlalu banyak memberi tekanan pada ibu jari dan pergelangan tangan. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya kekambuhan dan kelainan berlanjut.

Pengobatan De Quervain Tendinosis/Tenosynovitis secara operasi dilakukan apabila dalam waktu 6-8 minggu tidak ada perbaikan dengan terapi konservatif atau bahkan keluhan semakin bertambah hebat.

Dokter bedah akan melakukan sayatan untuk membuka dan menciptakan lebih banyak ruang untuk tendon sehingga tendon tidak saling bergesekan pada saat bergerak.

(Tim Promkes RS : Nas, Noy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar