Selasa, 14 Maret 2017

Putra Daerah Mengantarkan RSMH Palembang ke Level Internasional



Putra Daerah Mengantarkan
RSMH Palembang
ke Level Internasional

SOSOK- dr Mohammad Syahril, Sp.P, MPH yang merupakan Direktur Utama RSMH Palembang.Pria asal Lahat  tersebut selama ini sudah mengabdikan dirinya ke pulau Jawa, dan kini Pria yang sebelumnya bertugas sebagai dirut Rumah Sakit Persahabatan Jakarta ini bersedia  ditempatkan dimanapun tugasnya tetap sama. Karena rumah sakit merupakan pelayanan publik yang sangat penting untuk mengabdi bagi masyarakat,  yang terpenting buat saya adalah public service, yang mana masyarakat dapat mengakses informasi apapun seputar rumah sakit dan harus kita respon," ujar pria kelahiran Lahat 23 Juli 1962 ini.

“saya ingin agar keterbukaan informasi dan ketepatan pelayanan di RSMH palembang makin terbuka dan transparan,karena memberikan pelayanan yang bermutu itu hal yang utama, seluruh rumah sakit harus menjalankan itu," ungkap pria yang pernah menjabat sebagai dirut di Balai Besar Kesehatan Paru-paru di Solo selama 4 tahun tersebut

Ayah dua anak yang sebelumnya tinggal di Solo ini,mengungkapkan bahwa. Bertugas di Kota Palembang berarti dekat dengan kampung halaman dan kalau ada waktu senggang bisa mudik ke Lahat," ungkap suami dr Fatinah Soraya, M.Kes 

Di Tangan dingin Putra Daerah  (Palembang)  kelahiran lahat ini mengantarkan Rumah Sakit Umum Pusat  Dr. Muhammad Hoesin Palembang,  mendapatkan akreditasi Joint Commission Internasional (JCI).dan juga dibangunnya Gedung Rujukan Nasional berlantai 8. 

Pembangunan gedung rujukan nasional didukung dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi kesehatan serta sumber daya manusia yang berkompeten di bidangnya, sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang memenuhi standar internasional

Diperlukan juga kerjasama yang baik lintas program maupun lintas sektoral sebagai bentuk tanggung jawab bersama akan masa depan khususnya kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan bangsa lain dengan dimulainya masyarakat Ekonomi asean ( MEA)
(  Suhaimi- sumber Arsip Humas RSMH)

PELATIHAN CSSD



PELATIHAN CSSD  
di DIKLAT RSMH PALEMBANG

Rendahnya angka infeksi yang mendukung patient safety merupakan salah satu indokator mutu dalam keberhasilan pelayanan rumah sakit. Menyadari hal ini maka kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di rumah sakit harus dilakukan sebagai upaya pencegahan diantaranya adalah memaksimalkan fungsi dan peran Central Steril Supply Departement (CSSD) sebagai tulang punggung kegiatan PPI di rumah sakit.

Mengingat pentingnya peran dan fungsi CSSD di rumah sakit, Himpunan Sterilisasi Sentral Indonesia (HISSI) merupakan organisasi yang menghimpun organisasi sterilisasi sentral rumah sakit seluruh Indonesia bekerja sama dengan RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang melaksanakan kegiatan Pelatihan CSSD dengan tema Pelayanan Sterilisasi Menuju Rumah Sakit Terakreditasi Nasional dan Internasional Dalam Mewujudkan Program Pasient Safety di Rumah Sakit  yang dilaksanakan pada tanggal 15-18 Maret 2017 bertempat di Instalasi Diklat RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Direktur Rumah Sakit Paru Palembang dr. Asep Zainudin, Sp.PA, didampingi Direktur Umum,SDM &Pendidikan RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Drs. Amrizal, Apt, M.Kes, MARS dan Ketua Umum Himpunan Sterilisasi Sentral Indonesia (HISSI) Dra. Lasweti, Apt.


Pelatihan CSSD diikuti oleh tenaga yang bertugas di CSSD, Laundry, Kamar Operasi, PPI, tenaga profesi kesehatan (dokter,apoteker,perawat dan bidan) serta tenaga lain yang terkait dengan pelayanan sterilisasi baik di rumah sakit maupun di institusi penyelenggara pelayanan kesehatan lain. Pelatihan CSSD ini menghadirkan nara sumber dari praktisi pengurus HISSI Pusat dan Wilayah, Dinas Kesehatan Provinsi Palembang, Direktur RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS, Kepala Instalasi Sterilisasi Sentral RS dan praktisi yang kompeten dibidangnya.
Dengan Pelatihan CSSD ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para peserta dalam bidang pelayanan sterilisasi, meningkatkan kemampuan teknis/manajerial, meningkatkan jejaring sosial sesama professional sterilisasi, dan tentunya dengan pelatihan ini program patient safety di Rumah Sakit dapat terwujud.
@HUMAS_RSMH Palembang

Infeksi TORCH Pada Ibu Hamil



Dr.H.IskandarZulqarnain,Sp.OG(K)
Infeksi TORCH
Pada Ibu Hamil
     

Infeksi pada ibu hamil bisa diakibatkan dari jenis parasit dan virus yang hinggap pada tubuh. Salah satu infeksi yang berbahaya ialah TORCH. TORCH adalah istilah di dunia medis untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini ditimbulkan dari kegiatan yang sangat dekat dengan keseharian manusia. Namun jika ibu hamil sudah terkena infeksi, hal ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan janin. Cukup sulit untuk mengantisipasi diri dari kemungkinan terinfeksi parasit tersebut. Umumnya parasit ini dapat dengan mudah kita temui pada makanan (daging), sayur, buah, bahkan susu segar.

TORCH pada awalnya akan menyerang bu hamil, utamanya pada trisemester pertama kehamilan. Saat itu, kondisi janin berada dalam fase pembentukan organ tubuh. Hal ini bias mengakibatkan infeksi kronis, cacat bawaan, keguguran, hingga bayi lahir mati. Virus pada TORCH bias juga mengakibatkan tuli, buta, keterbelakangan mental, dan kejang-kejang setelah anak lahir. Dengan ancamannya tersebut, orang tua dituntut wajib mewaspadai infeksi TORCH. Apalagi infeksi TORCH sering diketahui tidak diawali dengan gejala. Penyebarannya hanya bias diketahui dengan mendeteksi zat kekebalan tubuh yang terbentuk setelah terjadinya infeksi.Yang jelas, dibutuhkan pemeriksaan laboratorium pada awal kehamilan.



CYTOMEGALOVIRUS (CMV)
HERPES SIMPLEKS TIPE II
TOXOPLASMA RUBELLA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesifik. Kira-kira hanya 10-20% dari kasus infeksi. Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah. Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun). Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang danensefalitis. Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut,ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981). Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium. Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu hamil terinfeksi. Maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (pada lebih dari 50 kasus). (dari berbagai sumber)
( Humas RSMH)

Senin, 13 Maret 2017

DR.dr. H.M. Alsen Arlan, Sp.B, KBD, MARS



DR.dr. H.M. Alsen Arlan, Sp.B, KBD, MARS
Direktur Medik dan Keperawatan RSMH Palembang

           ": Dua Wanita Inspirasi yang saya kagumi ".

Ditengah kesibukannya sebagai Direksi Rumah Sakit Umum Dr. Mohammad Hoesin Palembang DR. dr. H. M. Alsen Arlan, Sp.B KBD, MARS., atau biasa dipanggil Dr. Alsen menyempatkan diri untuk ditemui  Dr. Alsen untuk menceritakan pengalaman hidupnya. Pagi itu, Dr. Alsen  ditemui di ruangannya.

Dilahirkan di Palembang, 4 Juni 1962, Dr. Alsen telah mengabdi cukup lama di RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Jabatannya sekarang sebagai Direktur Medik dan Keperawatan membuat dirinya seringkali bertanggung jawab akan fasilitas pelayanan di rumah sakit ini."Saya ini dilahirkan sebagai anak kedua dari delapan bersaudara" awal penuturan Dr. Alsen menceritakan kisah hidupnya.

Dilahirkan dari sosok seorang ibu rumah tangga dan ayah seorang pegawai negeri sipil, awalnya beliau tidak menyangka bias menjadi seorang dokter. "Dulu saya tidak menyangka akan menjadi seorang dokter" kata Dr. Alsen. Namun rupanya keinginan orang tua menjadi pemacu semangat dalam meraih cita-citanya tersebut. Pada tahun 1973, Dr. Alsen menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Hingga pada tahun 1980 akhirnya tamat SMA. Semuanya berjalan biasa saja. Sampai akhirnya Dr. Alsen melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah sebagai seorang dokter."Orang tua lah yang mendorong saya untuk menjadidokter" jelas Dr. Alsen.

Dulu, pekerjaan sebagai dokter dipandang sebagai pekerjaan yang mulia. "Kalau menjadi dokter kan bisa menolong orang banyak. Makanya orang tua menginginkan anaknya ada yang menjadi dokter," kenang Dr. Alsen. Mengingat akan keinginan orang tuanya tersebut, akhirnya Dr. Alsen mengambil kuliah sebagai seorang dokter di Universitas Sriwijaya Palembang.Meski orang tuanya ingin anaknya menjadi seorang dokter, diantara saudaranya yang lain, hanya Dr. Alsenyang menjadi dokter. Sedangkan saudaranya tidak ada yang menjadi dokter. "Kebetulan hanya saya yangmenjadi dokter, saudara yang lain ada yang jadi pengusaha ataupun pegawai negeri" tambah Dr. Alsen.

Setelah lulus pendidikan dokternya pada tahun 1988, Dr. Alsen mendapatkan inpres untuk mengabdi sebagai seorang dokter di wilayah terpencil. "Dulu saya ditempatkan di RSUD Baturaja" kenangnya. Sebelum ditempatkan sebagai dokter di wilayah terpencil tersebut, Dr. Alsen telah meminang adik tingkatnya Dr.Desty Aryani untuk menjadi istrinya. "Saya ingat betul, 4Juni 1989 saya menikah. Itu beberapa waktu sebelum ditempatkan di wilayah Baturaja." kenangnya. Enam tahun ditempatkan di wilayah terpencil, akhirnya Dr. Alsen kembali ke Palembang untukberpindah tugas dinasnya di RSUP Dr. Mohammad Hoesin serta melanjutkan kembali kuliahnya di Universitas Sriwijaya.

Setelah tujuh tahun mengabdi di kota kelahirannya, Dr. Alsen akhirnya mengembara ke Bandung untuk melanjutkan pendidikannya sebagai dokter spesialis bedah. Selepas dua tahun di Bandung, Dr. Alsen kembali ke Palembang dan mengabdi kembali di RSUP Dr. Mohammad Hoesin. "Kehidupan itu selalu naik turun. Selalu ada goncangan dan itu harus dihadapi oleh setiap manusia" jawab Dr. Alsen ketika ditanya tentang peristiwa apa yang begitu berkesan dalam kehidupannya. Dr. Alsen menguraikan bahwa sampai saat ini, dia merasa bahwa ada dua periode dimana kehidupan itu begitu menarik. Pertama adalah ketika awal kariernya sebagai seorang dokter. "Periode ini begitu nyaman. Sudah dokter muda dan punya keluarga baru" tutur Dr. Alsen. Sedangkan periode kedua begitu terasa berat yakni ketika melanjutkan sekolah lagi. Semua yang telah didapat akhirnya harus dibayarkan untuk sekolah. "Mungkin saatitu saya mungkin berada di titik minus" kenangnya. Tapi Dr. Alsen mengakui bahwa adanya sosok istri dan keluarga yang selalu mendukung di belakang yang membuat Dr. Alsen kuat menghadapi beratnya hidup tersebut. Dibalik kesuksesan seorang pria, ada sosok wanita dibelakang yang selalu mendukungnya.

Bagi Dr. Alsen pepatah itu menjadikan dua sosok wanita yang begitu menginspirasi dalam kehidupannya. "Sosok yang saya kagumi yang pertama ibu yang kedua jelas istri saya" tuturnya. Ibu, menurut Dr. Alsen sendiri tidak bias dilepaskan dalam kehidupannya. "Menjadi dokter pun itu kan awalnya keinginan ibu saya" kenangnya. Selain seorang ibu, istri adalah sosok perempuan yang selalu dibanggakannya. "Tentu selain karena sama-sama seorang dokter, istri saya begitu mendukung karier dan pendidikan saya hingga bisa sampai saat ini" jelasnya. Menurut Dr. Alsen, keluarga sendiri adalah salah satu penyemangat hidup. Ayah dari Apriandini Mirdasari Putri dan M. Arisma Dwirian Putra ini seringkali mengajak keluarganya pergi liburan sekadar untuk mempererat hubungan keluarganya.

Di meja kerja Dr. Alsen sendiri, terpajang foto keluarga ketika liburan yang dianggapnya sebagai penyemangat di kala lelah dalam bekerja. Meski diri dan istrinya adalah seorang dokter, Dr. Alsen tidak pernah memaksakan kedua orang anaknya untuk menjadi seorang anak dokter. "Mungkinm melihat ayah ibunya dokter, kedua anak saya pun menjadi dokter" kata Dr. Alsen yang disambutnya dengan gelak tawa. Ditanya tentang saran buat oara pelayan kesehatan agar selalu semangat dalam melayani pasien, Dr. Alsen menjawab bahwa dalam kehidupan yangnyata, ilmu itu bukan hanya masalah nilai "Manfaat ilmu sesungguhnya ada dalam masyarakat. Ilmu selalu bermanfaat ketika berhubungan dengan Tuhan dan sesama manusia." tuturnya dr Alsen. "Intinya setiap ilmu itu harus membuahkan hasil yang baik untuk semua" pungkasnya.
(Humas RSMH)D