Selasa, 09 Agustus 2016

PELAYANAN SNOEZELLEN DAN SENSORI INTEGRASI DI RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG



SOSIALISASI DAN PROMOSI PELAYANAN SNOEZELLEN 
DAN SENSORI INTEGRASI  GANGGUAN TUMBUH KEMBANG
RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG


Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya yang mengalami kesulitan dalam konsentrasi, ketrampilan akademik, emosi maupun fisik. Dengan semakin meningkatnya pasien-pasien anak dengan kebutuhan khusus,   RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang menyediakan  fasilitas  pelayanan tumbuh kembang anak di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang yaitu berupa ruang Snoezellen dan Sensori  Integrasi .

Instalasi Rehabilitasi Medik bekerjasama dengan Instalasi Pelayanan Pelanggan,PKRS dan Humas mengadakan Sosialisasi & Promosi Pelayanan Snoezellen dan Sensori Integrasi Rehabilitasi Gangguan Tumbuh Kembang pada tanggal 9 Agustus 2016 bertempat di Ruang Pertemuan Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang.

Acara dibuka oleh Direktur Utama RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang Dr. Mohammad Syahril, Sp.P,MPH  didampingi Kepala Instalasi Rehabilitasi  Medik RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang  Dr.Herningsih, M.Kes sebagai ketua panitia acara dan sebagai pembicara acara sosialisasi ini adalah Dr.Yudianita, Sp.A, Dr.Jalalin, Sp.KFR, Sri Ramini, Amd.OT dan Titi Trisnowati, Amd.TW .


Kegiatan Sosialisasi dan Promosi ini diadakan bagi masyarakat sekitar terutama yang langsung berhubungan dengan anak-anak pada masa tumbuh kembang, seperti  guru-guru perwakilan TK, SLB dan  Rumah Sakit di Kota Palembang. Dalam kegiatan ini juga diadakan  hospital tour untuk memperlihatkan fasilitas terapi anak kebutuhan khusus pada fase tumbuh kembang dan memperkenalkan pelayanan baru tumbuh kembang anak di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang yaitu Snoezellen dan Sensori  Integrasi.

Snoezellen  adalah  suatu aktifitas  yang dilakukan untuk mempengaruhi system syaraf pusat melalui pemberian stimulus pada system sensori primer seperti visual (Penglihatan), auditori (Pendengaran), taktil (Sentuhan), taste (Pengecapan) dan   smell  (Pembauan)    serta system sensori internal  sepertivestibular dan  proprioceptif    dengan tujuan untuk mencapai relaksasi dan aktifasi. 


                                        SNOEZELLEN

Sedangkan Sensori Integrasi merupakan bentuk pelayanan terapi tumbuh kembang anak yang mengalami kesulitan dalam konsentrasi,ketrampilan kademik, persepsi pendengaran,keseimbangan,koordinasi bilateral, kesadaran tubuh, posisi tubuh, rasa nyaman melalui integrasi stimulasi sensori taktil, Proprioceptif dan Vestibular serta Lima Panca Indra.

                                                              SENSORI INTEGRASI

Acara sosialisasi ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta tentang deteksi dini dan cara mengenali anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang di sekolah beserta perlakuan yang benar pada anak-anak dengan kebutuhan khusus sehingga dapat memberikan masukan dan saran kepada para orang tua agar anak-anak kebutuhan khusus ini mendapatkan penanganan yang tepat dan komprehensif yang berdampak pada peningkatan pelayanan di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang khususnya Pelayanan Tumbuh Kembang di Instalasi Rehabilitasi Medik.

- t@.Humas RSMH Palembang -



Rabu, 03 Agustus 2016

Dirut RSMH menandatangani MOU DENGAN INDONESIA HEART RHYTHM SOCIETY (InaHRS)


PENANDATANGANAN
MEMORANDUM OF UNDERSTANDING (MOU)
RSMH PALEMBANG
DENGAN
INDONESIA HEART RHYTHM SOCIETY (InaHRS)

Dengan meningkatnya pelayanan kesehatan kepada pasien selaku RS type A Pendidikan dan terakreditasi KARS, kemarin kamis 28 April 2016 bertempat di Ruang rapat Direksi dilaksanakan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan Indonesia Heart Rhythm Society (InaHRS) berupa alat Ablasi Kateter Radio Frekuensi  oleh Direktur Utama RSMH Palembang dr. Syahril Masyur, SpP, MPH dan perwakilan InaHRS DR.dr Dicky Hanafy, SpJP(K),FIHA disaksikan oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan serta unit terkait antara lain Ka. Inst. BHC, melalui Dr. Alexander Edo Tondas,SpJP(K),FIHA ,FICA,menyatakan Gangguan Irama Jantung atau Aritmia dapat terjadi pada siapa saja. Menurut dr. Edo penyakit dengan jantung atau aritmia dapat terjadi pada siapa saja, penyakit jantung berdebar terlalu cepat ini masih disepelekan masyarakat atau tidak terdeteksi oleh dokter,misalnya dengan keluhan dada terasa tidak enak, pandangan gelap, bahkan mau pingsan, meski keluhan tidak membahayakan tapi cukup menganggu pasien ujar dr. Edo.

Perwakilan InaHRS DR.dr. Dicky Hanafi,Sp.JP (K),FIHA dari kelompok kerja Perhimpunan dokter spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI)  mengatakan kerjasama tersebut dalam membantu alat Ablasi kateter  untuk mengatasi permasalahan kelainan jantung, lebih tepatnya gangguan irama jantung. Melalui alat canggih ini pasien dengan penyakit gangguan irama jantung dapat disembuhkan. Alat ini selain di Jakarta,Bandung dan Jogja, RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang merupakan satu satunya diluar  pulau Jawa yang menggunakan alat tersebut.

Menindak lanjuti Memorandum Of Understanding (MOU) kemarin, hari ini Jum’at, 29 April 2016 bertempat diruang konferensi utama RSMH dilaksanakan Sosialisasi penanganan gangguan irama jantung dengan Cateterisasi Ablasio Radiofrekuensi untuk unit terkait dilingkungan RSMH Palembang dengan pembicara DR. dr. Dicky Hanafi,Sp.JP (K),FIHA dan dr. Alexander Edo Tondas,Sp.JP (K),FIHA,PICA dibuka direktur Pelayanan medik dan Keperawatan DR.dr. M.Alsen Arlan,Sp.B (KBD),MARS mewakili direktur utama berlangsung lancar.

(Suhaimi- Huams RSMH)

10 KEAHLIAN YANG HARUS DIMILIKI PRAKTISI HUMAS




10 KEAHLIAN YANG HARUS DIMILIKI PRAKTISI HUMAS

Keahlian yang harus dimiliki praktisi humas ata staf public relations (PR) utamanya keterampilan komunikasi lisan (public speaking) dan komunikasi tulisan (menulis, writing skills).

Berikut ini keahlian yang harus dimiliki praktisi humas menurut Cutlip, Centre, dan Broom dalam Effective Public Relations dalam Komunikasi Antar Pribadi karya Dra. Yusriah Nasution, M.Pd.

TOP 10 PR SKILLS - 10 KEAHLIAN HUMAS

1. Writing (Menulis)
Menulis adalah keahlian utama yang harus dimiliki seorang praktisi humas atau petugas PR. Bukan sekadar tulis-menulis sembarangan; tulisan harus memuat unsur "green journalism".

Tulisan yang biasa dibuat oleh seorang petugas PR bentuknya sebagai siaran berita atau rilis pers (press release), "surat berita "(newsletter), korespondensi, laporan, buklet, naskah pidato, naskah radio dan TV, skrip film, artikel majalah dan buletin, informasi produk, dan sebagainya.

2. Editting (Mengedit)
Memeriksa komunikasi internal dan eksternal dalam bentuk publikasi.

3. Media Relations (Hubungan dengan Media)
Hubungan dengan media, memberikan informasi, menanggapi permintaan informasi.

4. Special Events (Kejadian khusus)
Merancang dan menangani konferensi pres, pameran, open house, perayaan ulang tahun perusahaan, pengumpulan dana, konteks, penghargaan, dan sebagainya.

5. Speaking (Berbicara)
Berbicara mewakili organisasi atau merancang penampilan orang lain dihadapan publik.

6. Production (Produksi)
Berkomunikasi dengan menggunakan keterampilan dan pengetahuan tentang multi media; termasuk seni fotografi, layout brosur,buklet, iklan institusional, publikasi periodikal, rekaman dan audit suara serta video tape, presentasi audio visual, dan lain-lain.

7. Research (Penelitian)
Mengumpulkan informasi sehingga memudahkan organisasi untuk merencanakan program sesuai kebutuhan publik, monitoring efektivitas program Humas selama pelaksanaan dan evaluasi dampaknya.

8. Programming & Counselling
Program dan bimbingan yang menentukan kebutuhan, prioritas, tujuaj, publik, sasaran dan strategi, bekerja sama dengan manajemen atau klien untuk proses pemecahan masalah.

9. Training
Melatih atau bekerja sama dengan wakil-wakil organisasi untuk membuat persiapan menghadapi media, presentasi dan pemunculan publik lainnya.

10. Management
kegiatan administrasi operasi fungsi Humas, personalia, keuangan dan program.

Demikian sejumlah keahlian (expertise) atau keterampilan (skills) yang harus dimiliki praktisi humas atau staf PR modern.*

Sumber..( Humas PR Modern 4 juli 2016 )

Senin, 01 Agustus 2016

RAKER RSMH 2016



RAKER RSMH PALEMBANG TAHUN 2016


Hotel  Grand Hatika Pulau Belitung menjadi lokasi Rapat Kerja Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2016. Rapat Kerja tersebut diselengarakan selama 3 hari ( Tangal 28-30 Juli 2016) dihadiri oleh seluruh Dewan Pengawas RSMH Palembang, seluruh jajaran Direksi,  eselon III dan IV serta beberapa Ka. Instalasi

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Dr. Muhammad Syahril Mansyur, Sp.P, MPH secara resmi  membuka Rapat kerja RSMH Palembang Tahun 2016 dengan  mengusung Isu Strategis RSMH   meliputi :
a.         Pendapatan PNBP (BLU) semester I belum mencapai target
b.         Persiapan Akreditasi JCI Nopember 2016
c.         Unggulan utama (centre of excellent) sebagai RS Rujukan Nasional
d.         Sistem Informasi RS (SIRS) yang terintegrasi
e.         Transformasi Budaya Organisasi
f.          Pelayanan Publik
g.         Sarana dan prasana  (Bangunan dan Alat Kesehatan)

Setiap unit kerja agar melaksanakan SOP pelayanan publik secara konsisten. Pelayanan publik di setiap unit kerja harus terintegrasi dan management komplain  dikordinasikan oleh Instalasi Humas dan Pelayanan pelanggan

Sebagai RS pelayanan publik, Dirut RSMH  juga mengharapakan agar setiap pimpinan dan staf supaya dapat berperan sebagai Public Relation (PR) atau Humas RSMH

Dalam Raker tersebut disepakati langkah strategis sebagai tindak lanjut untuk menyelesaikan Isu Strategis supaya dibuat rencana aksi yang meliputi program/kegiatan jangka pendek dan panjang, bentuk kegiatan, waktu, penanggung jawab dan biaya seperti Pemberdayaan SDM, Penataan sistem dan Pemenuhan Sarana dan prasaranaserta adanya langkah  aksi yang meliputi program/kegiatan jangka pendek dan panjang, bentuk kegiatan, waktu, penanggung jawab dan biaya
 
Di bidang keuangan untuk menyehatkan keuangan RSMH Palembang dan meningkatkan pendapatan ada beberapa upaya yang akan dilaksanakan adalah :
- Melakukan Kendali Mutu dan Kendali Biaya pasien
- Melakukan gerakan dan program efisiensi di setiap unit kerja
- Melakukan reformasi dan peningkatan pengelolaan Revenue Centre (medik).
- Melakukan pemanfaatan dan peningkatan pengelolaan asset (Non medik)

Khusus untuk mencapai / suksesnya penilaian akreditasi Internasional JCI pada bulan Nopember 2016, supaya dilakukan kegiatan- kegiatan  yg telah disusun sesuai dengan road map. Diharapkan semua pimpinan beserta Tim Akreditasi dapat mengajak semua pegawai , mengawal dan mengimplementasikan standar akreditasi internasional JCI di setiap unit.





 Liputan (Suhaimi Humas)

Pemeriksaan EKG Gratis



Seminar Jantung dan Pemeriksaan EKG Gratis

Dalam rangka Asia Pasific Atrial Fibrilattion Awareness Campaign 2016, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), dan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Palembang menggelar acara seminar dan pemeriksaan EKG gratis yang digelar secara serentak di lima lokasi di Kota Palembang yang salah satunya bertempat di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang pada hari Minggu tanggal 31 Juli 2016.

Dalam seminar jantung yang diadakan di Aula Bawah Gedung Utama RSMH Palembang sebagai narasumber Dr. Mangiring PL Toruan SpJP (K)-FIHA, disampaikan bahwa gejala FA (Fibrilasi Atrium) beragam pada setiap individu dan gejala dipengaruhi oleh usia dan penyakit dasarnya. 

Adapun gejala-gejala dari FA antara lain :
 ▪ Cepat Lelah
▪ Irama jantung tidak teratur
▪ Sesak nafas
▪ Berdebar
▪ Kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari
▪ Rasa nyeri, dada tertekan dan seperti diikat
▪ Pusing, rasa mengambang dan berputar hingga pingsan dan
▪ Buang air kencing semakin sering

                                  
  Fibrilasi Atrium (FA) merupakan gangguan listrik jantung yang banyak ditemui. Pola hidup sehat tidak menjamin setiap individu tidak memiliki masalah kesehatan dan tidak akan memiliki FA. 



Faktor risiko Fibrilasi Atrium (FA) adalah :
▪ Usia di ≥ 60 tahun
▪ Tekanan Darah Tinggi
▪ Penyakit Jantung Koroner
▪ Lemah Jantung
▪ Penyakit Katup
▪ Gangguan Tidur
▪ Penyakit Gondok
▪ Rokok
▪ Diabetes
▪ Penyakit Paru Kronik
▪ Konsumsi Alkohol
▪ Infeksi Berat
                                         
 

 Saat pasien terdiagnosis FA, berbagai macam pengobatan dan intervensi dapat dilakukan, antara lain dengan tindakan Kardioversi, Ablasi Radiofrekuensi dan dapat dilakukan juga pemasangan payung kuping serambi kiri jantung untuk mengurangi risiko stroke. Dengan pemeriksaan jantung secara berkala dapat mencegah serangan jantung yang dapat terjadi secara mendadak. Pemeriksaan EKG adalah pemeriksaan paling dasar yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada kelainan pada jantung kita.

“ Satu dari enam Stroke terjadi akibat gangguan irama fibrilasi “
“ Kenali irama jantung anda dan cegah Stroke”


-       Pelayanan Pelanggan,PKRS&HUMAS RSMH PALEMBANG   -